Indonesia Tak Sekadar Menjadi Pasar Narkoba

Posted: November 25, 2007 in Indonesia Tak Sekadar Menjadi Pasar Narkoba

Indonesia Tak Sekadar Menjadi Pasar Narkoba

Perdagangan narkoba dan obat-obatan psikotropika secara illegal merupakan salah satu bisnis yang paling menguntungkan di dunia termasuk juga Indonesia. Jalur distribusi narkoba ked an dari Indonesia memperlihatkan sebuah jaringan gelap narkoba yang makin luas. Melihat jalur distribusinya, Indonesia bukan lagi merupakan daerah transit, tetapi sudah menjadi daerah tujuan produksi. Penemuan pabrik narkoba terbesar di Tangerang maupun di Batu, Jawa Timur menjadi contoh nyata.

Penemuan pabrik tersebut tidak juga menciutkan nyali para pengguna narkoba. Meskipun sebagai pelaku yang tertangkap akan dihukum mati, penyalahgunaan narkoba akhir-akhir ini semakin marak, Data Badan Narkotika Nasional (BNN) dari tahun 2001 sampai November 2006 menunjukan kecenderungan peningkatan kasus narkoba. Tahun 2001 baru ada 3.617 kasus. Lima tahun kemudian menjadi 16.428 kasus. Dari sisi usia, pengguna obat-obat terlarang ini didominasi usia diatas 29 tahun.

Banyak alas an mengapa sebagian orang menggunakan bahan terlarang dan mematikan ini, salah satunya sebagai gaya hidup yang modern. Bisa juga karena pengruh teman dan pelarian dari masalah. Lebih ironis lagi, banyak orang yang beranggapan bahwa mengonsumsi narkoba dapat meningkatkan vitalitas, memberikan tenaga tambahan konsentrasi kerja.

Jenis-jenis Narkoba :

Narkoba kependekan dari narkotika, psikotropika dan bahan aditif. Pengertian masing-masing bahan adalah.

Narkotika.

Zat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun semisintesis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Jenis Narkotika :

Morfin, Opium, Opioda, Codein, Heroin/putau, Metadon, Ganja, Cimeng, Mariyuanan, Hashish, Kokain.

Psikotropika.

Zat baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika yang berkhasiat psikotatif melalui selektif pada susunan saraf pusat yang menyababkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Jenis Psikotropika:

Amfetamin dan amphetamine type stimultant (ATS), Sabu, Ice, Inhalansia, Psikotropika lain seperti obat tidur, obat penenang dan lainnya.

Bahan adiktif lainnya.

Bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan.

Jenisnya :

Nikotin, Alkohol

Dampak Penyalahgunaan Salah satu Bentuk Narkoba, Ganja

Gejala pada saat menggunakan

  1. Gejala fisik

    • Jantung berdebar

    • Bola mata kemerahan

    • Nafsu makan bertambah

    • Mulut kering

  2. Gejala psikis

    • Hilaritas/kegaduhan

    • Perasaan tertekan

    • Halusinasi

    • Eforia

    • Perubahan persepsi tentang ruang dan waktu

    • Berkurangnya kemampuan koordinasi, pertimbangan dan daya ingat

    • Meningkatnya kepekaan visual dan pendengaran

    • Agresif

    • Banyak bicara

Dampak pemakaian secara terus menerus dalam dosis yang tinggi akan menimbulkan:

  1. Dampak fisik

    • Bronkitis, radang paru, iritasi dan pembengkakan saluran nafas

    • Perubahan dan kerusakan sel-sel otak serta menurunnya daya kerja otak

    • Memperburuk aliran darah koroner

    • Menekan produksi leukosit

    • Menueunkan kadar hormone pertumbuhan dan hormone kelamin (MANDUL)

    • Menimbulkan penyakit kanker

    • Menurunnya kelincahan gerak

  2. Dampak psikis

    • Menurunnya semangat

    • Menurunnya kemampuan baca dan menghitung

    • Menurunnya kemampuan bergaul

    • Menurunnya perhatian pada lingkungan

    • Memicu gangguan jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s