14 Sifat Yang Dibenci Para Atasan

Posted: December 2, 2007 in 14 Sifat Yang Dibenci Para Atasan
14 Sifat Yang Dibenci Para Atasan

Ingin selalu disayang atasan? Hindari sifat-sifat yang mungkin bisa membuatnya jengkel, bahkan hilang kepercayaan terhadap anda! Kemarahan seseorang pastilah beralasan. Untuk seorang atasan, ada 14 hal yang dapat memicu kemarahannya yaitu :
1. Bersikap merendahkan
Satu hal yang tidak disukai atasan adalah jika anda bersikap superior dan memperlakukan karyawan lain dengan sikap melecehkan.Cobalah untuk bersikap lebih rendah hati.
2. Menyembunyikan sesuatu
Apapun bentuk rahasia anda, tetaplah bersikap jujur. Berterus terang dan menceritakan apa yang terjadi akan membantu menyelesaikan masalah. Tetapi jika anda terus menutupi masalah atau justru menyalahkan orang lain, bukan tak mungkin atasan malah kehilangan kepercayaan kepada anda.
3. Forward semua e-mail untuk atasan
Bila anda bertugas menrima e-mail yang ditujukan untuk atasan, jangan buru-buru langsung mem-forward email itu tanpa dicek dulu. Sebaiknya, email yang bertele-tele diringkas dulu sehingga atasan tidak perlu membaca email yang panjang dalam jumlah banyak karena dapat membuat atasan kesal karena kehilangan waktu yang berharga.
4. Berasumsi atasan ingat segalanya
Atasan punya tanggung jawab yang besar mengelola pekerjaan dan mengurus berbagai macam proyek. Jika misalnya ada perubahan jadwal meeting mendadak, anda tak bisa begitu saja memberitahunya saat kebetulan berpapasan di koridor kantor. Belum tentu atasan akan mengingatnya dengan baik. Setelah anda memberitahu secara lisan, ngatkan kembali dengan mengirimkan email atau catatan tertulis di mejanya.
5. Datang menyelinap saat terlambat
Trik menyelinap diam-diam, langsung melesat ke toilet, dan berlagak telah lama berada disana sudah terlihat usang dimata para bos. Jika memang datang terlambat, lebih baik anda minta maaf dan menjelaskan penyebab keterlambatan tersebut. Sikap sportif lebih dihargai oleh atasan.
6. Terlalu terpaku pada detail
Mungkin anda terobsesi membuat laporan yang sempurna. Tapi jangan harap atasan merasa senang saat anda menyerahkan laporan lengkap dan penuh detail tapi tak punya kesimpulan. Jangan sampai anda membuat bos pusing mencari inti dari laporan tersebut.
7. Bersikap defensif
Tiap orang pasti pernah berbuat salah. Tetapi cara anda bereaksi derajat profesionalisme anda. Jangan sibuk mencari-cari alasan saat bos menunjukkan kesalahan anda. Sebaiknya, pikirkan baik-baik apa yang baru saja dikatakan atasan. Pastikan kritik ini sebagai pelajaran bagi anda untuk tak melakukan kesalahan yang sama dikemudian hari.
8. Menanggapi kritik lewat email
Jangan terpancing email yang membangkitkan emosi anda. Apalagi jika atasan yang melakukan hal itu, saat memberi teguran misalnya.Jangan terburu emosi dan langsung membalas email. Lebih baik minta waktu untuk bicara empat mata. Tanyakan apakah beliau bisa memberi penjelasan atas kesalahan yang dituduhkan itu.
9. Mengunyah permen karet
Mengunyah permen karet saat bekerja menunjukkan kesan kurang profesional. Orang akan menganggap anda tak dapat berkonsentrasi pada pekerjaan tanpa camilan. Saat bicara atau menerima telepon, lawan bicara pun akan merasa terganggu.
10. Terlalu banyak bicara
Masih ingat istilah NATO,No Action Talk Only?Hati-hati jangan sampai predikat ini melekat pada diri anda. Jadilah pendengar yang baik dan kritis. Selain itu, jangan memotong pembicaraan yang sedang berlangsung.
11. Persaingan tak sehat
Atasan akan lebih terkesan pada staf yang ringan tangan, mau berbagi ilmu dan informasi, serta dapat diajak kerjasama. Para bos menyingkirkan jauh-jauh nama pegawai yang tega menjatuhkan rekan kerja demi meraih posisi yang lebih tinggi.
12. Laporan yang kacau
Seorang karyawan yang baik tidak akan menyerahkan laporan dalam bentuk draft yang masih berantakan. Jangan lupa untuk mengedit dan memeriksa lagi dengan teliti. Serahkan laporan itu jika anda sudah benar-benar yakin. Jangan sampai ia mengoreksi pekerjaan anda hingga hal-hal yang kecil.
13. Bergosip
Hindari gosip! Selain bersifat merusak, gosip bahkan dapat membunuh kesempatan dalam bisnis!Biasanya atasan lebih suka mendengarkan ‘rumpian’ yang bersifat konstruktif.
14. Saya tidak bisa
Percayalah, tak ada satupun bos yang suka stafnya kelewat sering mengatakannya. Hapus segera kalimat tersebut dari perbendaharaan kata anda! Mulai sekarang, yakinkan diri anda sendiri untuk mengatakan “Ya, Saya mampu” Kemudian kerjakan apa yang diminta atasan sebaik mungkin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s